SITUBONDO, SNIPERNEWS.CO.ID – Komunitas Republik Terop Situbondo (RTS) kembali menggelar pameran fotografi se-Kabupaten Situbondo di Alun-Alun Situbondo pada Sabtu (5/9/2026). Ajang ini menjadi wadah berkumpulnya para fotografer profesional hingga pegiat komunitas dari berbagai kecamatan untuk memamerkan karya terbaik mereka.
Puluhan stan berdiri di area alun-alun dengan menampilkan beragam karya wedding photography yang dikemas dari sudut pandang unik. Selain pameran, acara ini dimeriahkan oleh hiburan musik, sesi diskusi bersama fotografer senior, hingga lokakarya fotografi.
Fotografer Situbondo sekaligus pemilik vendor Pokokmoto, Guste (Ngok), mengapresiasi penyelenggaraan ajang tersebut. Menurutnya, acara ini menjadi bukti bahwa Situbondo memiliki potensi besar di bidang fotografi.
”Kami sangat bangga dengan adanya event ini. Masyarakat jadi tahu, kalau mau belajar atau butuh fotografer profesional, Situbondo lah gudangnya,” ujar Ngok saat ditemui di kediamannya pada Senin (7/9/2026).
Senada dengan Ngok, pemilik vendor JD Galeri, Arjhun, menegaskan bahwa potensi fotografer daerah tidak dapat dipandang sebelah mata.
”Kabupaten kita ini memiliki potensi melahirkan fotografer andal yang tidak kalah dari fotografer terkenal di kota-kota lain,” kata Arjhun.
Ketua RTS, Fiqih, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan bakat fotografi lokal sekaligus menghidupkan alun-alun sebagai ruang publik kreatif.
”Kami ingin mengajak masyarakat melihat Situbondo dari kacamata berbeda. Lewat foto, kita bisa mempromosikan daerah sekaligus mengapresiasi karya putra-putri terbaik Situbondo,” tutur Fiqih kepada awak media SniperNews.co.id.
Ia menambahkan, antusiasme warga sangat tinggi sejak pagi hari. Para pengunjung memadati area untuk menikmati pameran, berswafoto, hingga mengikuti lokakarya. Fiqih berharap kegiatan ini dapat melahirkan bibit-bibit fotografer baru yang mampu membawa nama daerah ke kancah yang lebih luas.
”Komunitas RTS berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin. Dari alun-alun inilah kreativitas dapat tumbuh, dan Situbondo bisa makin dikenal melalui karya-karyanya,” tutup Fiqih.
Penulis : Redaksi
Editor : S-One1/P.Red/SN












