Peristiwa

Humas Polres Asahan Dituding Tak Humanis, Wartawan Kecewa Saat Konfirmasi Kasus Keracunan MBG

editor
×

Humas Polres Asahan Dituding Tak Humanis, Wartawan Kecewa Saat Konfirmasi Kasus Keracunan MBG

Sebarkan artikel ini

Asahan| Snipernews.co.id — Upaya seorang wartawan untuk mengonfirmasi berita viral mengenai dugaan puluhan siswa MTsN 2 Kisaran yang mengalami keracunan usai menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG) berbuntut panjang. Alih-alih mendapatkan informasi resmi, awak media tersebut justru dihadapkan pada pertanyaan terkait legalitas dan kapasitasnya saat berkoordinasi dengan Humas Polres Asahan. Selasa (15/9/2026).

Peristiwa ini bermula ketika Kapolres Asahan melalui pesan WhatsApp meminta wartawan tersebut untuk berkoordinasi langsung ke Kasi Humas Polres Asahan guna memperoleh keterangan resmi. Namun, saat menemui Kasi Humas di ruangannya, wartawan malah dicecar sejumlah pertanyaan yang mempertanyakan kredibilitasnya.

“Dari media mana, kok saya tidak kenal. Abang tidak tergabung di Humas Polres ya? Harusnya setiap awak media wajib terdaftar di Humas Polres. Dapat dari mana abang nomor Pak Kapolres? Siapa pimpinan abang yang di Medan? Coba telpon pimpinan abang ini,” ujar Kasi Humas dengan nada mempertanyakan, sembari meminta anggotanya menghubungi pimpinan awak media tersebut.

Sikap tersebut menuai kekecewaan dari wartawan yang bersangkutan. Menurutnya, Humas seharusnya mampu bersikap humanis dan profesional dalam melayani permintaan konfirmasi, terlebih dari rekan media yang tengah menjalankan tugas jurnalistik.

“Harusnya Humas bersikap humanis. Jangan kan dengan masyarakat biasa, dengan rekan awak media saja Kasi Humas terkesan tidak humanis,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Dalam pertemuan itu, wartawan kembali melontarkan konfirmasi terkait isu yang beredar di masyarakat bahwa dapur SPPG penyalur MBG merupakan milik Polres Asahan. Kasi Humas pun membantah tegas hal tersebut.

“Itu bukan milik Polres bang, kebetulan dapur SPPG-nya berada di lingkungan Polres Asahan,” jelas Kasi Humas singkat.

Sementara itu, di waktu terpisah, awak media juga mengonfirmasi kepada Kepala Satgas MBG Asahan, Rianto SH, yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Asahan. Melalui pesan WhatsApp, Rianto memberikan keterangan resmi terkait penanganan kasus tersebut.

Baca juga:
Klarifikasi Wabup Asahan soal Dugaan Keracunan MBG MTsN 2 Kisaran: Dapur Dihentikan, Isu Keluarga Dibantah

“Satgas bertugas untuk percepatan terlaksananya program MBG. Bersama Korwil Koordinasi dalam pelaksanaan dan pengawasan MBG. Saat ini anak-anak sebanyak 22 orang dirawat di RS ditanggung oleh Pemkab dan alhamdulillah sudah lebih baik dan terus dipantau oleh dokter. Dapur MBG atau SPPG yang bermasalah dilakukan penghentian kegiatan ditutup sampai waktu yang belum ditentukan,” jelas Rianto SH, Wakil Bupati Asahan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak kepolisian terkait dugaan keracunan tersebut. Kasus ini pun menjadi sorotan publik, terutama terkait transparansi informasi dan pelayanan Humas kepada awak media yang tengah menjalankan tugas konfirmasi.

Penulis: HS